SMAN Karang Dapo Peringati Hardiknas 2026, Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Karakter dan Prestasi Siswa
OKESIBER. COM, MURATARA – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di SMAN Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara, berlangsung khidmat dan penuh semangat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman SMAN Karang Dapo dan diikuti para guru, tenaga pendidik, serta seluruh siswa.Jumat, 01/05/2026.
Kepala SMAN Karang Dapo, Sahrianto, dalam amanatnya menyampaikan bahwa perkembangan pendidikan di Indonesia saat ini sudah cukup maju. Menurutnya, pemerintah telah banyak mengakomodasi kebutuhan dunia pendidikan dibandingkan dengan zaman dahulu.
“Kalau dibandingkan dulu dan sekarang, tentu sangat berbeda. Dahulu Indonesia bahkan menjadi cermin pendidikan bagi negara lain seperti Malaysia. Namun saat ini kualitas pendidikan perlu terus ditingkatkan lagi, salah satunya terlihat dari nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang mengalami penurunan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa TKA kini menjadi salah satu jembatan untuk memasuki perguruan tinggi negeri di Indonesia. Karena itu, dirinya meminta para siswa agar lebih giat belajar demi memperoleh hasil yang maksimal.
“Untuk itu, anak-anak sekalian harus belajar lebih baik lagi agar mendapatkan nilai yang sesuai harapan. Tahun ini TKA juga sudah dilakukan pada tingkat SD dan SMP,” katanya.
Selain menekankan pentingnya akademik, Sahrianto juga mengingatkan para guru agar tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga membentuk karakter siswa.
“Bapak dan ibu guru bukan hanya mengajarkan akademik, tetapi juga harus menanamkan karakter yang baik, sopan santun, dan disiplin agar siswa memiliki kepribadian yang baik,” tambahnya.
Dalam peringatan Hardiknas tersebut juga disampaikan pesan tentang pentingnya pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia. Pendidikan dinilai sebagai upaya menumbuhkan potensi peserta didik agar menjadi insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab.
Semangat pendidikan nasional yang diwariskan Ki Hajar Dewantara melalui sistem among, yakni asah, asih, dan asuh, disebut masih relevan dalam membangun generasi bangsa yang unggul.
Selain itu, sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan menjadi usaha bersama dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang kuat, tangguh, dan bermartabat.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga terus mendorong pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui berbagai kebijakan strategis.





