Lawang Agung Gempar Harga Elpiji 3Kg Capai 40 Ribu Ternyata Ini Ceritanya
Ditulis Oleh:Mang Abdi
OKESIBER.COM,Muratara-Masyarakat Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara digemparkan di Media Sosial dengan kelangkaan gas elpiji 3kg.Jumat, 23/01/2026
Kelangkaan gas elpiji tersebut sehingga masayarakat desa Lawang Agung harus membeli gas elpiji dengan harga tinggi yakni mencapai 40.000 rupiah pertabung gas 3kg.
Dengan demikian pihak Dinas Perdagangan perindustrian dan koperasi Musi Rawas Utara melakukan inspeksi mendadak(sidak) disebuah Pangkalan yang diduga melakukan permainan dalam penyaluran gas Miskin tersebut.
Hasil sidak itu ditemukan ketidak singkronnya keterangan pemilik pangkalan dengan penerima manfaat gas elpiji untuk rakyat miskin harga jauh dari Harga Eceran(HET)
Kodri Kepala Disperindagkop Muaratara melalui Kepala Bidang Perdagangan yurneli mengatakan pihaknya telah melakukan Sidak di beberapa pangkalan di wialayah Desa Lawang Agung berdasarkan laporan warga yang resah dengan harga gas yang cukup tinggi.
“Kami melakukan ini Awal nya ada laporan masyarakat lalu kami sidak, ” katanya
Namun setelah pihaknya temukan bahwa pendistribusian gas elpiji tidakla terputus
“Ternyata gas tidak langkah namun ada permainan pangkalannya, ” Jelas ia
Diterangkan ia melakukan sidak yang diduga melakukan permainan yakni pangkalan pangkalan “lukmanzul” Desa Lawang Agung
Dari situlah tidak singkron nya pengakuan pemilik pangkalan dengan penyalur gas di toko.
Diketahui Hagra Eceran(HET) wilayah Kecamatan Rupit yaitu dengan Harga 19.000 rupiah namun pengkalan melemparkan harga pada pengecer dengan harga 30 Ribu Rupiah
“Kami Tanyakan kepada pengkalan bahwa pihak pangkalan menjual gas 3kg dengan harga 25 Ribu rupiah namun setelah kami Tanyakan pada pengecer ia membeli dengan harga 30 ribu rupiah. Dengan harga itula segingga gas dibeli masyarakat mencapai 35 Ribu hingga 40an Ribu Rupiah, “terangnya
Disperindagkop juga mengatakan dengan kejadian itu pihak nya brupayah akan melakukan Sidak setiap bulan terhadap pangkalan yang diduga nakal.
” Sekarang kami baru memberikan teguran secara lisan saja namun jiga terulang lagi kami akan menyurati pertamina agar pangkalan nakal ditutup, “katanya





